7 cara mengatasi kekakuan otot pasca stroke
Oleh dr. David Pardamean · · 3 menit baca
Bagi Anda atau keluarga yang sedang dalam masa pemulihan, kekakuan otot pasca stroke memang menjadi hal yang sangat mengganggu. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah spastisitas.
Kekakuan otot ini terjadi akibat adanya kerusakan pada otak yang menyebabkan terganggunya sinyal antara otak dan otot pasca serangan stroke. Proses pasti terjadinya spastisitas masih terus diteliti, namun para ahli menduga bahwa putusnya hubungan impuls dari otak membuat medulla spinalis (saraf besar di tulang belakang) mengambil alih kontrol tonus otot, sehingga memicu kekakuan.
Meski sampai saat ini tidak ada pengobatan instan yang dapat sepenuhnya menyembuhkan spastisitas, ada beberapa metode terapi yang terbukti membantu mengurangi kekakuan tersebut. Bagi Anda yang mencari terapi stroke di Jogja dan sekitarnya, berikut tujuh cara yang bisa Anda tempuh.
1. Latih kembali hubungan otak dan otot
Kerusakan otak pasca stroke memang menyebabkan terputusnya impuls ke otot. Namun otak manusia memiliki sifat luar biasa yang disebut neuroplastisitas. Sifat ini memungkinkan otak membentuk jembatan sinyal yang baru antara otak dan otot. Hal ini bisa diwujudkan dengan rutin berlatih.
2. Aktifkan neuroplastisitas dengan latihan repetisi
Cara terbaik untuk mengaktifkan neuroplastisitas adalah melalui gerakan atau latihan yang diulang terus-menerus, seperti berlatih menulis atau mengetik. Saat Anda mengulang gerakan, Anda sedang membangun jembatan antar sel saraf di otak. Semakin sering dilatih, sinyal antar saraf akan semakin kuat dan sinkron. Inilah alasan mengapa sebuah kebiasaan, seperti menyetir, pada akhirnya bisa dilakukan secara otomatis.
3. Lakukan latihan pasif bila lengan belum bisa bergerak
Jika Anda belum bisa menggerakkan lengan sama sekali, gunakan lengan yang sehat untuk menggerakkan lengan yang kaku secara pasif. Cara ini perlahan akan membantu mengaktifkan neuroplastisitas, meskipun membutuhkan waktu. Segera setelah lengan yang kaku mulai bisa bergerak, cobalah berlatih tanpa bantuan lengan yang sehat.
4. Suntik botox sebagai solusi sementara
Suntikan botox terkadang diberikan untuk meredakan kekakuan otot secara sementara, bukan sebagai solusi jangka panjang. Botox membuat otot rileks, namun efeknya hanya bertahan 2 sampai 4 minggu. Setelah efeknya hilang, kekakuan akan kembali muncul karena akar masalahnya di otak tidak diterapi. Selain itu, kelemahan sementara akibat botox justru bisa membuat Anda sulit berlatih, sehingga menghambat proses neuroplastisitas.
5. Obat relaksan otot
Obat-obatan seperti diazepam dan fenitoin dapat membantu mengurangi spastisitas. Namun, sama seperti botox, obat ini kurang ideal untuk terapi jangka panjang. Obat relaksan merilekskan seluruh otot tubuh. Akibatnya, meski kekakuan berkurang, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga, yang berujung pada rasa malas untuk berlatih. Tanpa latihan repetisi, perkembangan pemulihan bisa menjadi tidak signifikan.
6. Terapi dengan electro stimulator
Berbagai riset menemukan bahwa stimulasi elektrik pada lengan yang kaku dapat membantu mengurangi spastisitas sekaligus mempercepat terbentuknya sinaps dalam proses neuroplastisitas.
Dalam praktik kami, teknik akupuntur medis dipadukan dengan electro stimulator. Kombinasi ini tidak hanya menstimulasi titik akupuntur, tetapi arus elektriknya juga membantu otak mempercepat proses neuroplastisitas.
7. Zhu's scalp acupuncture
Saat ini semakin banyak pusat rehabilitasi stroke di dunia yang menerapkan akupuntur sebagai metode terapi andalan. Salah satu metode paling mutakhir adalah Zhu's scalp acupuncture, metode akupuntur kulit kepala yang dikembangkan oleh Profesor Ming Qing Zhu. Sejak tahun 1970 beliau menggunakan metode ini untuk menangani berbagai masalah pasca stroke, termasuk spastisitas.
Dalam praktik sehari-hari melayani pasien terapi stroke di Jogja, kami melihat langsung dampak metode ini terhadap pemulihan. Karena sebagian besar pasien di tempat praktik kami adalah penderita stroke, metode ini terasa sangat sesuai untuk menangani gangguan neurologis seperti kasus stroke.
Langkah berikutnya
Jangan biarkan kekakuan otot menghambat aktivitas Anda. Penjelasan lengkap tentang penanganannya ada di halaman akupuntur untuk pasca stroke. Untuk menanyakan jadwal, silakan hubungi admin kami.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.